Hoaks Kesehatan yang Kemungkinan Tidak Akan Hilang di 2019

Pisca Azalea, Jurnalis
Senin 31 Desember 2018 20:46 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

Sepanjang tahun 2018 ini ada banyak hoaks atau berita bohong yang beredar di masyarakat. Penyebaran berita bohong ini merajalela di media sosial dan bentuknya pun banyak sekali, seperti teks bahkan juga sudah banyak berita bohong dalam bentuk foto.

Hoaks sendiri menjadi salah satu cara untuk mengelabui orang agar suatu kebohongan bisa dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Sementara tujuan orang memberikan hoaks adalah sebagai candaan, menipu orang lain agar melakukan sesuatu, dan menghasut dengan membentuk opini publik demi kepentingan politik maupun ekonomi.

Berita bohong yang beredar tak hanya tentang politik, ekonomi, atau selebritas saja. Karena beredar pula berita bohong mengenai kesehatan yang tentunya ini bisa membuat masyarakat meyakininya.

(Baca Juga:Tidak Disangka, Begini Cara Kurangi Risiko Diabetes pada Wanita)

Menurut penjelasan dari Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS, berita hoaks yang dibuat itu ada dua macam. Pertama, memang berita bohong yang sengaja dibuat untuk tujuan tertentu. Kedua, berita atau informasi yang tidak benar tapi si pembuatnya tidak mengerti dan tidak paham kalau sebenarnya berita atau informasi itu salah.

Seperti beberapa waktu yang lalu muncul pemberitaan hoaks mengenai HIV dapat ditularkan melalui terompet sebab air liur. Dan parahnya lagi berita bohong itu mengatasnamakan dr Boyke Dian Nugraha. Tentunya saat dikonfirmasi dr Boyke menegaskan bahwa itu kabar yang tidak benar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya