Gelombang kejut ini dapat mengganggu susunan serat atau protein yang biasa ditemukan dalam lensa, dan pada akhirnya akan menyebabkan “keruhan” atau kerutan, lensa menjadi roset atau berpola seperti bintang atau yang biasa dikenal dengan katarak.
Rayakan Galungan 5 Selebriti Kompak Pakai Baju Adat Bali, Tetap Modis!
Katarak roset sangat jarang dan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, kamu memerlukan peralatan khusus untuk bisa melihatnya. Pria dalam kasus ini bahkan tidak mengetahui jika dia menderita katarak sampai dia berkunjung ke dokter.
Jika dia tidak melakukan pengobatan, keruhan itu akan terus tumbuh dan pada akhirnya akan mengaburkan pengelihatan dan memperburuk fungsinya. Hal pertama yang dialami setelah dipukul dalam perkelahian tersebut yaitu kemerahan, rasa sakit, dan penglihatan yang buruk, dan akan semakin memburuk sekitar enam jam setelah pukulan yang diterima.
(Santi Andriani)