Masih Perawan atau Tidak, Perlukah Calon Suamimu Tahu?

Salma Nafisa, Jurnalis
Jum'at 14 Desember 2018 15:43 WIB
Perlukah memberi tahu calon pasangan tentang keperawananmu (Foto: Huffingtonpost)
Share :

Jika kita tidak melihat ke dalam budaya populer, tidak akan terhitung studi yang mendokumentasikan mengenai standar seksual bagi masyarakat. Laki-laki heteroseksual pada umumnya akan lebih dihargai karena bisa memiliki jumlah pasangan seksual yang lebih banyak, sementara untuk wanita akan dianggap negatif jika sudah pernah berhubungan intim lebih dari satu lelaki.

Jadi hal-hal seperti itu pasti membuat banyak wanita khawatir. Contohnya Jessica, dia bingung apakah harus memberitahu pasangan barunya apakah dia pernah berhubungan intim atau tidak. Sulit untuk mengetahui dengan pasti berapa banyak wanita yang merasa khawatir tentang hal ini, tetapi beberapa hasil dari mesin pencarian  Google dan Yahoo menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang memberitahukan sejarah seksualmu adalah hal yang biasa.

Tentu saja, karena banyak standar orang yang mengatakan bahwa orang-orang hanya akan menyukai wanita yang masih perawan yang belum pernah berhubungan intim. Karena sebelumnya juga ada mitos yang mengatakan bahwa kamu akan berdarah saat melakukan hubungan intim pertama kali, sehingga kamu akan selalu mengingat hubungan seks pertamamu.

Sebagian besar wanita memang akan mengalami pendarahan saat berhubungan seks pertama kali, namun memang ada beberapa wanita yang tidak mengalami pendarahan dan hal itu wajar. “Cherry Popped” ini adalah istilah untuk menyebut selaput dara yang telah “sobek” setelah pertama kali melakukan hubungan seks. Namun, selaput dara ini tidak benar-benar sobek, dan mungkin selaput ini hilang ketika kamu sering mengendarai sepeda atau saat sedang melompat-lompat waktu kamu masih kanak-kanak.

Secara teknis memang beberapa wanita mengalami pendarahan ringan setelah berhubungan seks untuk pertama kalinya. Tapi pendarahan juga bisa terjadi hingga ke 100 kalinya saat seorang wanita melakukan hubungan seks, yang disebabkan oleh tetesan kecil yang menempel di dinding vagina, bercak menstruasi, dan beberapa hal-hal lainnya seperti polip di vagina.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya