BANYAK orang yang merasa tertantang untuk melakukan kegiatan yang memacu adrenalin. Salah satunya adalah olahraga panjat tebing. Olahraga ini memerlukan keberanian karena dilakukan di atas ketinggian. Beberapa mungkin menganggap bila olahraga ini membahayakan.
Akan tetapi, sebenarnya panjat tebing aman dilakukan bila mengenakan peralatan yang lengkap dan menguasai teknik dengan benar. Bahkan sejak usia dini, olahraga ini sudah bisa dilakukan. Maka anak-anak diperbolehkan untuk mencoba panjat tebing.
“Sebenarnya dari anak sudah bisa mengangkat tubuh sendiri maka dia sudah bisa latihan manjat. Tinggal alatnya seperti pengaman pinggang tersedia atau tidak, kadang ‘kan ada anak yang ukurannya kecil banget sehingga alatnya belum ada. Tapi apabila sudah ada alat yang cukup atau bisa dipakai anak maka dia sudah bisa manjat,” ungkap pelatih profesional panjat tebing, Emi Zainah saat ditemui Okezone dalam sebuah acara, Selasa, 11 Desember 2018 di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
(Baca Juga:7 Manfaat Makan Sambil Duduk, Bisa Cegah Depresi hingga Perbaiki Postur Tubuh)
Pelatih atlet dan head of coach di komunitas IndoClimb itu menuturkan bila alat sangat berpengaruh terhadap keamanan pemanjat. Setelah alat siap, maka latihan panjat tebing sudah bisa dilakukan. Pada anak-anak, biasanya latihan tidak dipaksakan karena pelatih hanya akan mengarahkan agar mereka merasa nyaman. Alur dan prosedurnya pun disesuaikan dengan kemampuan anak, begitu juga pada orang dewasa.
Orang dewasa yang ingin mencoba panjat tebing juga bisa langsung datang untuk berlatih. Tidak perlu ada persiapan khusus untuk melakukan olahraga ini. Namun sebelum melakukan latihan tetap harus pemanasan agar tubuh tidak terlalu kaku.
“Enggak ada harus ngapa-ngapain, tinggal datang saja, nanti pas latihan jalurnya akan disesuaikan. Memang ada beberapa tingkat kesulitan, tapi saat manjat akan diarahin. Jangan lupa pemanasan itu saja sih,” tambah Emi.
Untuk frekuensi latihan, dirinya menuturkan bila sebaiknya 3 kali seminggu dengan durasi paling lama 2 jam. Bila rajin berlatih, maka diharapkan dalam waktu sebulan sudah bisa melakukan olahraga panjat tebing di tingkat dasar.
(Baca Juga:Kurangi Pengunjung Lokal, Tiket Masuk Taj Mahal Dinaikkan 5 Kali Lipat)
“Panjat tebing itu sangat-sangat bergantung dengan orangnya. Seberapa sering dia datang latihan, seberapa besar bakatnya. Tapi umumnya sebulan sudah bisa dengan jalur yang mudah,” imbuh Emi.
Sementara itu, saat memanjat ada hal yang harus benar-benar diperhatikan yaitu memastikan tali pengaman di pinggang sudah terpasang dengan baik. Pemanjat juga harus menguasai teknik jatuh agar tidak terbentur dinding. Kemudian, pemanjat harus berkomunikasi dengan pemegang tali (bilayer) agar aman.
“Sebelum manjat, harus pastikan bilayer sudah memegang tali. Jangan sampai bilayer sedang tidak fokus, si pemanjat sudah memanjat. Nanti pada saat jatuh talinya tidak sempat ketangkep sama bilayer, itu paling utama,” tandas Emi.
(Utami Evi Riyani)