Penduduk India merupakan mayoritas dari 10.000 sampai 15.000 pengunjung harian Taj Mahal dan setiap harinya hampir 6,5 juta pengunjung mengagumi karya abad 17 ini pada tahun 2016. Langkah menaikkan harga tiket ini dilakukan pihak berwenang India untuk membatasi jumlah wisatawan dari yang sebelumnya 70.000 pengunjung per hari di akhir pekan menjadi 40.000 per hari.
"Langkah ini akan mengurangi jumlah pengunjung ke Taj Mahal paling tidak sekira 15-20% dan juga menghasilkan pendapatan untuk konservasi," kata juru bicara dari survei arkeologi India, yakni badan pemerintah yang bertanggung jawab untuk pemeliharaan bangunan.
Gaya Nikita Mirzani Bersama Tas Mewahnya Seharga Rp1 Miliar
Para ahli mengatakan terlalu banyak orang atau pengunjung yang datang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada lantai marmer, dinding, dan pondasi bangunan. Para pegawai yang bekerja di Taj Mahal juga berjuang untuk menghentikan marmer putih berubah kuning karena tingkat polusi yang meningkat di Kota Agra tersebut.
Kerusakan lebih lanjut juga disebabkan oleh kotoran dan serangga dari sungai Yamuna yang berdekatan dengan Taj Mahal, sungai ini merupakan salah satu perairan paling tercemar di India .
(Santi Andriani)