Pada masa kolonial, kawasan Gombel digunakan sebagai area kuburan. Tak heran jika banyak masyarakat Tionghoa yang menentang pembangunan jalan di daerah tersebut. Bukan tanpa sebab, menurut kepercayaan dan adat China, memindahkan jenazah tidak bisa sembarang dilakukan. Setelah melewati proses negosiasi, akhirnya penguasa wilayah tersebut, Mr Baron van Heeckeren mengusulkan agar kuburan di sekitar tanjakan Gombel itu hanya diperuntukkan bagi kerabat dekat atau warga Tionghoa yang sudah lama tinggal di Bukit Gombel.
Konon katanya, jika ada sebuah kejadian mengerikan seperti longsor atau kecelakaan di tanjakan Gombel, penduduk sekitar percaya bahwa hal itu dikarenakan para makhluk gaib merasa marah pertapaannya terganggu. Yang lebih mengerikan lagi, banyak warga yang mengaku pernah melihat sosok hantu Wewe saat sedang melintas di tanjakan itu.
Tidak hanya itu, sebagian besar korban kecelakaan mengaku melihat sosok perempuan mengenakan busana berpotongan panjang berwarna putih. Ia selalu melintas secara tiba-tiba dan tak jarang melambaikan tangan di pinggir tanjakan. Kisah ini mungkin terdengar tidak masuk akal dan di luar akal sehat, namun jika Anda pernah mengunjungi tanjakan ini mungkin akan merasakan sesuatu yang janggal dan terasa asing.
(Utami Evi Riyani)