Baca juga: Peneliti Sebut Olahraga Lari sebagai Pilihan Kalau Ingin Awet Muda
Menurut Kapten Vincent, dua dokumen utama itu harus dicek dan merupakan aspek yang harus diperiksa pilot sebelum preflight. Tentunya tidak mudah untuk mendapatkan CoA. Maskapai harus apply ke perhubungan, mereka akan memberikan CoA dan wajib digunakan oleh semua pesawat.
Jika sebuah pesawat dicabut tidak ada CoA, berarti mereka sudah dinyatakan tidak airworthy (tak layak terbang). Jika pesawat ini sudah tidak airworthy maka tidak boleh digunakan. Namun, jika pesawat masih memiliki CoA pihak maskapai juga harus menjaga maintenance pesawat agar tetap airworthy. Pasalnya airworthiness ini dapat dicabut dari pihak regulator bila pesawat itu bermasalah.
“Jika pesawat ini tidak sehat unworthy sudah pasti pesawat tersebut tidak dapat terbang. Pilot akan memeriksa kondisi fisik pesawat terlebih dahulu. Dilanjutkan masuk ke dalam pesawat untuk mengecek CoA-nya serta dokumen pendukung lainnya. Selanjutnya pilot akan memeriksa lookbook pesawat, di dalam lookbook pesawat ada maintenance report. Apapun keluhannya seperti rusak semuanya akan ditulis di dalamnya,” lanjutnya.
Kapten Vincent menyatakan bahwa semua masalah yang sudah ditulis di lookbook, harus mendapat balasan di sebelah kanannya, petugas wajib untuk mengecek. Ketika ada tulisan di lookbook pesawat, maka pilot harus memeriksa apakah masalahnya besar atau tidak. Jika belum ada balasan, maka pesawat tidak bisa terbang.