Pelatihan ketahanan melibatkan aktivitas berjalan dengan durasi lumayan lama. Lalu pelatihan HIIT terdiri dari pemanasan, diikuti dengan berlari interval, dan pelatihan perlawanan seperti crunches, menekan dada, serta ikal kaki. Selanjutnya para peneliti menganalisis sel darah putih peserta yang dari awal penelitian, beberapa hari setelah penelitian, dan akhir penelitian.
(Baca Juga:Tas dari Tenun Troso Jepara Ikut Ramaikan Pameran di Belanda)
Para peneliti mencatat terjadi peningkatan aktivitas telomerase lebih besar dan telomer lebih panjang di sel darah putih pada peserta yang melakukan pelatihan ketahanan dan HIIT. Telomer adalah peregangan DNA yang dapat ditemukan di ujung kromosom dan memengaruhi cara manusia menua.
“Temuan utama kami adalah bila dibandingkan dengan awal penelitian dan kelompok kontrol, aktivitas telomerase dan panjang telomer meningkat pada peserta yang melakukan pelatihan ketahanan dan intensitas tinggi. Peningkatan itu berperan penting dalam penuaan sel dan kapasitas regeneratif," kata Profesor Ulrich Lauds, salah satu penulis penelitian seperti yang dikutip Okezone dari Independent, Senin (3/12/2018).
Dengan hasil ini, peneliti mengambil kesimpulan berlari di udara yang segar dapat menjadi jenis olahraga menguntungkan untuk memperlambat penuaan. Berlari juga dapat membantu membangun tulang yang kuat dan memperkuat otot-otot.
(Utami Evi Riyani)