Hari AIDS Sedunia: Minimnya Pengguna Kondom Akibat Stigma Negatif

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Sabtu 01 Desember 2018 17:16 WIB
Ilustrasi (Foto: Jstor)
Share :

 KONDOM merupakan alat proteksi yang dapat menghindarkan seseorang dari infeksi dan permasalahan di organ intim ketika berhubungan seks. Namun, penggunaan kondom di masyarakat masih minim akibat adanya stigma masyarakat yang negatif tentang alat kontrasepsi itu.

Iman, 37, kerap malu dan risih saat membeli kondom. Alasannya, karena stigma yang melekat dengan alat proteksi dan kontrasepsi itu.

"Kondom itu terkait dengan seks bebas, HIV/AIDS, perzinaan, dan stigma negatif lainnya di masyarakat, padahal sebetulnya tak begitu," ungkap Iman kepada wartawan di Bandung Julia Alazka yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Hal itu membuat bapak dua ini sering kali harus menunggu toko sepi terlebih dahulu untuk membeli kondom, mengatakan "Kalau ramai, suka tak jadi atau cari toko lain, atau lain waktu."

 (Baca Juga:Lemak Tak Selalu Jahat, 5 Makanan Berlemak Ini Justru Super Sehat Lho!)

Dia pun lebih memilih untuk membeli kondom di apotek karena merasa kasirnya lebih "paham", menambahkan bahwa ia "Suka merasa akan dianggap akan melakukan perzinaan, kalau beli di minimarket. Padahal mungkin itu cuma perasaan saya saja."

 

Iman bukanlah satu-satunya pria yang merasa risih saat membeli kondom. Hal serupa juga dirasakan Amahl S, Azwar, penulis blogger yang banyak menulis tentang HIV. Namun menurut Amahl yang kini menetap di Thailand, situasi ini tidak terjadi di negara lain.

"Kalau di Shanghai, Cina, atau Chiang Mai, Thailand, yang jelas kalau mau beli kondom tidak merasa dipandangi," ujar Amahl.

Rasa risih dan malu sewaktu membeli kondom, menurut Kepala BKKBN Jawa Barat, Teguh Santosa, disebabkan masih kuatnya stigma pada alat proteksi ini. Stigma itu juga yang menyebabkan minimnya angka pengguna kondom di Jawa Barat. Dari sembilan juta lebih pasangan usia subur, pengguna kondom hanya sekitar 125 ribu atau 1,37 persen.

"Misalnya, orang yang membeli kondom dikesankan oleh masyarakat, 'ah ini mah untuk selingkuh'. Yang kedua, ada juga pandangan dengan menggunakan kondom rasanya 'gak enak'," papar Teguh.

 (Baca Juga:Peringati Hari AIDS Sedunia, Kemenkes Berikan Tips Cegah Penularan HIV pada Masyarakat)

 

Kondom dan upaya pencegahan penularan HIV

Kondom bukan hanya berfungsi sebagai alat kontrasepsi, tetapi juga proteksi atas penyakit menular seksual, termasuk HIV. Amahl, misalnya, tertular virus HIV lantaran berhubungan badan tanpa kondom. Setelah berstatus HIV positif, kondom menjadi alat yang wajib digunakan saat berhubungan.

"Karena selain untuk melindungi pasangan saya, juga untuk melindungi diri saya sendiri. Penyakit menular seksual kan banyak, bukan cuma HIV. Ada Hepatitis B, HPV, dan lain-lain," kata pria 31 tahun ini.

Efektivitas kondom dalam mencegah penularan penyakit mencapai 80% - 90%, jika digunakan dengan benar dan konsisten, menurut dokter yang sering menangani kasus HIV/AIDS, Ronald Jonathan.

"Tapi pencegahan utamanya adalah ODHA minum ARV (obat antiretroviral) secara teratur. Bila viral load tidak terdeteksi maka risiko penularan menjadi amat sangat kecil," jelas Ronald.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya