Rumah Sakit Harus Lebih Friendly, Menkes Nila: Kalau Perlu Ada Toko Bunga dan Lantunan Musik

Dewi Kania, Jurnalis
Jum'at 30 November 2018 14:33 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

RUMAH sakit sering dianggap jadi tempat menyeramkan dan tidak menyenangkan bagi seorang pasien. Karenanya, Menteri Kesehatan RI Nila Faried Moeloek meminta agar semua rumah sakit lebih friendly kepada pasien.

Apalagi soal pelayanan, banyak keluhan pasien yang mengaku kurang nyaman dan beberapa orang kecewa. Terlebih bagi pasien dengan asuransi, selalu merasa dicueki oleh para petugas di rumah sakit.

Semestinya, pasien atau keluarganya tidak mendapatkan perlakuan seperti itu. Sebuah rumah sakit harus memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan standar yang dibuat.

"Setiap datang ke rumah sakit, pasien harus merasa nyaman dan tenang. Karena rumah sakit kan tempatnya orang panik, jadi harus lebih menyenangkan suasananya," tutur Menkes Nila lewat siaran pers yang diterima Okezone.

Tak hanya dari segi profesionalitas dokternya, fasilitas di rumah sakit juga harus memadai. Setiap akan masuk ke dalamnya, bukannya disambut oleh hal menyeramkan, tetapi harus lebih nyaman.

"Mungkin pas masuk ke lobby ada toko bunga, restoran, kantin atau ruang tunggu yang nyaman. Bisa juga dikasih suara-suara musik merdu yang bikin pasien tenang," bebernya.

Baca Juga: Benarkah Vape Lebih Sehat? Pendapat Dokter Ini Buktikan Sebaliknya

Selain itu, Menkes Nila mengutarakan bahwa rumah sakit dapat berkomitmen meyelenggarakan promosi kesehatan. Tapi semuanya harus terintegrasi dan berkesinambungan.

"Diharapkan promosi kesehatan dapat sebagai penggerak dalam melaksanakan reorientasi pelayanan kesehatan,” katanya.

Baca Juga: Hari Ini, Para Finalis Miss World 2018 Jalani Sesi Fast Track Sport

Dia menyebutkan, dalam Permenkes, sebuah rumah sakit wajib menyelenggarakan promosi dengan prinsip paradigma sehat, kesetaraan, kemandirian, keterpaduan, dan kesinambungan. Strandar regulasinya juga sudah diatur dengan baik.

Dalam mengimplementasikan promosi kesehatan di rumah sakit memerlukan kolaborasi dalam mendukung sistem yang terintegrasi. Kolaborasi dengan berbagai pihak sangat menentukan agar promosi kesehatan bisa dilaksanakan secara optimal dan berkelanjutan.

"Rumah sakit itu juga harus melaksanakan intervensi promosi kesehatan dan monitoring evaluasi promosi kesehatan," pungkasnya.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya