Bicara mengenai kesenian ini di era modern, Jatriyadi menjelaskan bahwa Gendang Beleq kini biasa dimainkan di acara pernikahan, khitanan, atau juga momen-momen penting lainnya. "Tidak ada maksud apa-apa. Menurut saya, kesenian ini memberi semnagat yang besar untuk acara tersebut," singkatnya.
Khusus untuk kisah pernikahan dan Gendang Beleq, Jatriyadi menjelaskan bahwa di Lombok itu, pasangan pengantin tidak hanya melangsungkan hajatan di rumah, tapi mereka mesti di arak keliling kampung.
"Nah, supaya lebih meriah, diperdengarkanlah kesenian Gendang Beleq ini," terangnya. Jadi, para personel Gendang Beleq yang bisa sampai 40 orang itu berada di depan pengantin. Ada kita jadi meriah," ungkapnya.