BEDULANG merupakan kebiasaan makan bersama di masyarakat Belitung. Prosesi makan ini biasa dilakukan oleh masyarakat saat upacara adat, seperti pernikahan, sunatan, atau kelahiran.
Tidak hanya pada upacara adat, bedulang pun kerap dilaksanakan sebagai sarana komunikasi anggota keluarga, yang secara tidak langsung juga para orang tua mengajarkan anak-anak yang masih muda tentang etika, kebersamaan, dan toleransi. Hingga saat ini, bedulang masih kerap diselenggarakan oleh masyarakat, tapi bagi turis yang menyambangi Belitung dapat merasakan sensasi makan dengan bedulang, seperti yang dialami Okezone.
Viral, Bocah Kehilangan Sendal Sehabis Shalat Jumat, Reaksinya Bikin Netizen Ngakak!
Saat kali pertama memijakkan kaki di Kabupaten Belitung, Okezone berkesempatan untuk mencicipi nikmatnya santap siang dengan bedulang. Ketika pelayan salah satu restoran yang ada di kawasan Jalan Sriwijaya, Tanjung Pandan, datang, Okezone dan rombongan tercengang, karena ternyata bedulang adalah sepaket makanan yang diletakkan dalam sebuah dulang atau yang lebih dikenal dengan nampan.
Dulang ditutup dengan sebuah tudung yang berbentuk kubah berwarna merah, membuat hati bertanya-tanya isi di dalamnya. Setelah dibuka, dulang berisi beragam makanan khas Belitung, di antaranya nasi putih hangat, gangan ikan, ayam ketumbar, ikan bilis goreng, oseng kacang panjang dengan cumi, lalap, dan sambal lumpang. Soal rasa, jangan ditanya, semuanya menyatu dengan sempurna di dalam mulut membuat lidah seolah bergoyang kesenangan.
"Makan bedulang disajikan dengan dulang, yang bisa membuat hubungan tiap anggota keluarga lebih dekat, harmonis, dan kebersamaannya terasa," jelas Aisyah, juru masak yang ditemui di salah satu restoran di Jl. Sriwijaya, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Jumat (23/11/2018).