Kasus TBC di Indonesia Tertinggi Ketiga di Dunia

Tiara Putri, Jurnalis
Kamis 22 November 2018 15:09 WIB
Ilustrasi (Foto: Wisegeek)
Share :

Sebagian besar kasus TBC terjadi di usia produktif yaitu antara 15-54 tahun. Kondisi ini membuat pasien kehilangan waktu produktif karena kecacatan dan kematian dini yang berdampak pada kerugian ekonimi. Diagnosis dan pengobatan tuberkulosis memang bebas biaya, namun pasien harus mengeluarkan biaya transportasi, akomodasi, dan gizi sewaktu menjalani pengobatan serta kehilangan penghasilan karena ketidakmampuan untuk bekerja.

Baca Juga: Gading-Gisella Cerai, Instagram Gempita Bakal 'Diserang' Netizen?

Oleh karenanya, untuk mencapai eliminasi TBC yang ditargetkan pada tahun 2030, diperlukan strategi akselerasi melalui 6 langkah yaitu penguatan peran dan kepemimpinan program berbasis kabupaten/ kota, peningkatan akses layanan yang bermutu, pengendalian faktor risiko penularan TBC, peningkatan kemitraan peningkatan kemandirian masyarakat, penguatan manajemen program, serta penguatan sistem dan manajemen TBC melalui berbagai upaya termasuk penelitian dan pengembangan.

“Tuberculosis urusannya bukan pemerintah saja. Pemerintah ‘kan ngeluarin regulasi, tapi ‘kan yang melakukan terus yang di bawah (pemerintah). Diperlukan intervensi sensitif untuk mengatasi masalah ini tapi kinerjanya juga harus dilakukan di luar Kementerian Kesehatan,” jelas Menkes Nila.

Diperlukan dukungan multi sektor untuk upaya pencegahan dan pengendalian fakto risiko TBC. Peran multi sektor sangat penting bagi keberhasilan pencapaian derajat kesehatan di masyarakat melalui intervensi sensitive yang melibatkan semua pihak. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga sosial kemasyarakatan, akademisi, organisasi profesi, media massa, dunia usaha, serta mitra pembangunan.

(Helmi Ade Saputra)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya