Oleh karena itu, latihan lari memang tergantung pada tujuan seseorang mengikuti kompetisi, ada yang untuk mendapatkan jarak, ada pula untuk menantang diri dengan kecepatan.
Bagi perempuan, saat latihan tapi berbarengan dengan masa menstruasi, jarak tidak dikurangi, tapi kecepatannya saja yang berkurang. Elliana sendiri tidak merasakan masa mens sebagai hambatan, tapi kecepatannya saja yang dikurangi dan pintar melihat kondisi badan.
"Kalau orang yang sudah well trained biasanya lari sudah jadi kebiasaan. Seperti saya sudah 30 kilometer setiap pekan, jadi 21 kilometer sudah dilakukan kapan saja," tandasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)