PERKEMBANGAN industri pariwsata Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa traveling atau berwisata sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, terutama para generasi milenial yang juga memainkan peran penting.
Jika dibandingkan dengan perilaku wisatawan beberapa tahun silam, saat ini aktivitas wisata cenderung didominasi oleh wisatawan milenial. Mereka bahkan berkontribusi mempromosikan serta mengembangkan potensi wisata yang terdapat di seluruh daerah di Tanah Air.
Baca juga: Tak Cuma Romantis, Ini Manfaat Berciuman di Atas Ranjang
Para petualang muda inilah yang kemudian menjadi pencetus tren-tren baru yang saat ini meramaikan bisnis wisata dalam negeri. Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Ketua Harian Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Jawa Barat, Ricky Arnold Yuniarto.
“Dulu orang-orang mencari objek wisata yang ramai dikunjungi. Sekarang justru sebaliknya. Wisatawan milenial mulai mencari tempat-tempat wisata yang anti-mainstream, dan belum diketahui banyak orang. Tentu saja tempatnya harus instagramable, atau layak dipamerkan di media sosial,” tutur Ricky kepada Okezone, dalam acara Talk Show Pesona Danau Toba, di Bandung, Jawa Barat, belum lama ini.
Pola wisata seperti inilah yang memicu timbulnya istilah “hidden gem”. Istilah tersebut sering dituliskan para wisatawan milenial ketika berhasil menemukan objek wisata baru yang belum terjamah oleh banyak orang.
Bukan sekadar ajang ‘keren-kerenan’, di balik istilah itu ternyata tersimpan maksud khusus yang tidak diketahui banyak orang. Anda mungkin akan merasa sedikit kesal ketika melihat teman yang mengunggah foto berlatarbelakang pemandangan yang indah, namun mereka tidak menjelaskan secara rinci lokasi atau cara untuk menyambanginya. Mereka justru hanya menuliskan caption “hidden gem” pada keterangan foto.