Malahan, menurut dr Terawan, di masa depan metode ini bisa berkembang. Sehingga, ia dan tim yang terdiri dari 7 dokter bakal terus mengadakan riset dari metode ini.
(Baca Juga:Dokter Terawan: Kemenkes Sudah Beri Izin Metode DSA)
"Kita yakinkan dengan waktu, metode ini diuji oleh waktu. Banyak pasien mancanegara juga sudah pernah menjalankan metode DSA, dari Eropa, ASEAN, sampai ke Australia," tambah dia.
Untuk risiko efek samping dari tindakan, dr Terawan, menjamin minim sekali. Dalam proses pembedahan pun minim risiko perdarahan. Sebab, metodenya mengandalkan cara yang canggih dan minim sayatan.
"Semua terapi tindakan ada risikonya. Kita akan minimalisir, kalau sampai ada risiko buruk pasti kita akan pikirkan. Tapi selama ini, tidak ada risiko dan jangan sampai ada," pungkas dia.
(Utami Evi Riyani)