Dia mengajukan dana sebesar Rp500 juta untuk melakukan studi ini. Sementara itu, perusahaan farmasi terbesar di Indonesia itu telah mengucurkan dana riset sebesar Rp1,6 miliar, untuk para peneliti lainnya yang bermanfaat untuk memajukan kesehatan masyarakat nantinya.
Nantinya, dr Rahyu akan melibatkan 6 pasien dengan masalah diskus vertebralis itu yang mulanya di-screening. Kemudian, studinya bakal dibuktikan lebih lanjut selama setahun ke depan.
"Caranya ambil sel punca masenkim dari tali pusat yang sehat milik ibu hamil yang melahirkan. Kalau lolos skrining, nanti dikultur dan disuntikkan ke tulang belakang. setiap step-nya diberi jangka waktu dua mingguan," terang dia.
Setelah berhasil, dia akan menerapkan metode pengobatan ini karena dianggap efektif. Di samping itu, terapi ini dianggap minim efek samping dan aman dilakukan oleh siapa saja.
(Martin Bagya Kertiyasa)