Teman Anda melakukan sebuah kesalahan dan Anda bilang, “Oh, nggak apa-apa, kok.” Namun, bukan berarti Anda telah memaafkan kesalahannya. Anda mungkin masih menyimpan secuil rasa benci atau kesal karena telah disakiti atau dirugikan. Terlebih jika Anda sama sekali tidak mau menerima permintaan maaf tersebut, permusuhan bisa saja terjadi.
Menyimpan dendam atas perbuatan orang lain bisa membuat Anda stres atau depresi karena terus mencari cara untuk membalas dengan hal yang setimpal, bahkan lebih buruk lagi. Hal ini tentu menjauhkan Anda dari hidup bahagia.
Memaafkan kesalahan orang lain memang tidak mudah. Namun, harus Anda lakukan jika ingin memiliki hidup yang lebih baik. Anda hanya perlu membebaskan diri dari kebencian karena telah disakiti, berusaha move on dari situasi tersebut, dan tentunya tidak menuruti ego Anda untuk balas dendam.
Kejam pada diri sendiri
Semua orang pernah berbuat salah, termasuk Anda. Saat kesalahan yang Anda lakukan sulit untuk dimaafkan, perasaan menyesal, malu, dan bersalah mungkin menghantui Anda. Perasaan tersebut cenderung membuat Anda berpikiran negatif, cemas, dan memandang usaha apa pun dengan pesimis. Ini menandakan Anda tidak dapat memaafkan diri sendiri.