Bikin SIM Sekaligus Liburan di Pulau Jeju Jadi Fenomena Travel Baru di Korsel

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Selasa 16 Oktober 2018 11:45 WIB
Pulau Jeju (Foto: Jing Travel)
Share :

TERJEBAK dalam antrean selalu tak menyenangkan, namun lebih menyebalkan jika terjebak dalam antrean di pulau semitropis tempat berlibur.

Jeju adalah pulau kecil dengan gunung api seluas 160 kilometer persegi di bagian barat daya semenanjung Korea. Tempat ini adalah surganya pelancong, khususnya dari Cina.

Tercatat lebih dari 300 ribu orang dari negara itu telah berkunjung ke sana tahun ini. Dan sepertinya, setiap dari mereka berada di depan saya saat mengantre di Pusat Uji Izin Berkendara (DVLA).

Wisatawan asal Cina menyenangi pantai Jeju. Di sana, mereka berbelanja, berjudi--dan kini juga mengikuti proses pengurusan surat izin mengemudi.

 Baca Juga:  Pertama Kali dalam Sejarah! Wanita Berhijab Menangi Kontes Kecantikan Inggris

Banyak dari para turis itu meluangkan waktu liburan ke DVLA, di mana mereka bisa menghabiskan waktu seharian mengisi formulir, mengantre, dan menjalani tes mengemudi.

Dan jika mereka beruntung dapat lolos ujian pada percobaan pertama, mereka masih memiliki waktu untuk berlibur ke pantai.

Liburan khusus untuk tujuan praktis bukanlah hal baru. Kini sejumlah orang di seluruh penjuru dunia secara rutin berlibur untuk menjalani operasi plastik, penanganan kesuburan, pelatihan profesional, atau sekedar menyaksikan laga sepakbola.

Beberapa kota di dunia pun mempunyai reputasi tertentu soal spesialisasi mereka: Los Algodones di Meksiko adalah 'kota geraham' bagi warga Amerika Serikat yang ingin mendapat penanganan gigi, sedangkan Hoi An di Vietnam terkenal dengan para penjahit pesanan.

Berwisata sambil mendapatkan Surat Izin Mengemudi di Pulau Jeju adalah fenomena baru, tapi berkembang pesat. Berdasarkan data DVLA, hingga akhir Agustus lalu sebanyak 2.172 warga Cina telah mendapat sertifikat lulus uji berkendara di sana.

Artinya, SIM dikeluarkan untuk 62 warga Cina setiap pekan. Padahal pada 2010, surat izin yang diterbitkan untuk kelompok ini hanya 68.

(Foto: Getty Images/ Ongkos berwisata sekaligus mengurus SIM di Pulau Jeju berkisar Rp19,4 juta.)

Kualitas dan efektivitas biaya adalah faktor terbesar di jenis pariwisata ini. Bagi warga Cina yang ambisius, izin berkendara di Korsel merepresentasikan dua faktor tadi.

Perjalanan ke Jeju tak hanya memiliki ongkos yang sebanding dengan rata-rata biaya pelatihan mengemudi di kota besar Cina, tapi juga menjanjikan keterampilan kilat dan proses yang nyaman.

Perusahaan jasa pariwisata Cina menawarkan paket liburan lima hari untuk mendapatkan izin berkendara di Hawaii-nya Korsel. Paket itu dijual dari sekitar 8.800 yuan atau Rp19,4 juta, termasuk jasa mengawal peserta tur melalui proses uji berkendara dan sedikit waktu untuk berkeliling kota.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya