Sayang, meskipun bahan makanan tersedia, untuk pengelompokan pengungsi masih belum terorganisir dengan baik. Banyak penyintas gempa yang tinggal di rumah atau malah mengungsi ke kota lainnya.
Baca juga: Pemanis Buatan Ternyata Bisa Ganggu Suasana Hati & Merusak Kekebalan Tubuh, Ini Faktanya!
"Kami kesulitan dalam identifikasi pengungsi karena masih terpecah-pecah. Semoga lebih terorganisasi sehingga bisa memudahkan," bebernya.
Harapannya, terang Yuri, setelah diberikan dasar-dasar PMBA, para ibu bisa selalu menyediakan makanan untuk anak-anaknya di rumah. Dalam jangka panjang, menurut dia, cara ini pasti akan berguna.
"PMBA yang disediakan dibuat di rumah, nanti juga kalau sudah pulih (dari gempa) pasti berguna," pungkas dia.
(Fakhri Rezy)