(Ilustrasi batik lasem/Myimage)
Sejak 2011 perajin batik di Lasem sudah menjadi binaan Bank BNI yang membantu perajin di bidang pemasaran serta memberikan pelatihan. BNI juga mendirikan Kampung BNI di Kampung Babagan, Desa Lasem untuk membantu perajin memasarkan produknya.
"Di desa kami ada sekitar 20 sampai 30 perajin batik yg masuk dalam satu kelompok perajin," katanya, seraya menambahkan, umumnya mereka memperoleh ilmu membatik secara turun temurun.
Sugiarto berharap dengan mengikuti pameran di Paviliun Indonesia, mulai ada permintaan ekspor untuk batik Lasem produksi kelompok perajin. "Tentunya kalau untuk memenuhi permintaan ekspor kami harus ada gabungan kelompok perajin," ujar dia.