Fulan Fehan Akan Dipadati Penari di Festival Likurai Timor 2018

Risna Nur Rahayu, Jurnalis
Kamis 04 Oktober 2018 14:47 WIB
Menpar Arief Yahya (Foto dok. Kemenpar)
Share :

Sekadar informasi, Tarian Likurai pertama kali dilakukan untuk menyambut pahlawan desa yang pulang dari perang. Berabad-abad yang lalu, ada tradisi pemancungan musuh di Belu. Tarian itu akan dilakukan untuk merayakan kemenangan mereka.

Selain itu, Tarian Likurai juga dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur dan kebahagiaan mereka karena pahlawan mereka pulang dengan selamat.

Sejak Hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, tradisi pemancungan tidak lagi ada. Namun, penduduk desa Belu melestarikan tarian Likurai dan melakukannya untuk menyambut tamu mereka.

Saat ini, Tarian Likurai sering dilakukan saat menyambut para tamu VIP, selama upacara adat atau selama festival budaya. Tarian ini biasanya dilakukan oleh penari pria dengan pedang, sedangkan penari wanita akan menggunakan tihar (drum kecil).

PLT Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemepar Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, event nasional ini akan meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif NTT. Selain itu, budayanya juga diperkenalkan kepada publik nasional dan internasional.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya