Kurang Tidur Berpotensi Remaja Lakukan Bunuh diri

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis
Rabu 03 Oktober 2018 16:07 WIB
Seorang Remaja (Foto: Scary Mommy)
Share :

"Laporan -laporan sebelumnya telah mendokumentasikan bahwa siswa SMA yang waktu tidurnya kurang dari delapan jam itu meningkatkan risiko berperilaku merugikan," ungkap Matthew Weaver, dosen kedokteran di Harvard Medical School dan rekan epidemiolog di Divisi Gangguan Tidur dan Gangguan Circadian (jam biologis tubuh) di Brigham and Womens Hospital.

Weaver menambahkan,"Studi kami menambah literatur ini dengan menggunakan kumpulan data yang diperbarui lebih besar melalui interval studi yang lebih panjang dan dengan memasukkan informasi tidur yang lebih rinci dan melihat lebih banyak jenis perilaku pengambilan risiko." Ukuran sampel dan kategorisasi durasi tidur bermanfaat untuk penelitian, menurut Ret Gruber, Direktur Laboratorium Tidur, Perilaku, dan Perhatian di Douglas Mental Health University Institure dan Lektor Kepala di Departemen Psikiatri di McGrill University. Gruber tidak terlibat penelitian.

"Saya pikir hal itu memperkuat apa yang kami yakini adalah kasusnya. Saya tidak yakin bahwa masing-masing temuan itu benar-benar mengejutkan atau baru, tetapi hal itu pasti membenarkan apa yang kami pikirkan. Kadang-kadang, tantangan dengan penelitian lain , mereka mungkin jauh lebih kecil, atau sampel mungkin tidak dipilih dengan benar, mungkin bias, jadi saya pikir metodologi dalam hal sampling dan ukuran sampel adalah kekuatan nyata, " ungkap Gruber.

Baik Weaver dan Gruber mencatat bahwa terdapat keterbatasan penelitian, termasuk data yang dilaporkan oleh peserta dan tidak menunjukkan kejadian saling menyebabkan antara tidur dan perilaku. Kendati demikian, Gruber tetap menyarankan agar orang tua memerhatikan jadwal tidur anak remaja mereka. Sebab, hal itu berpengaruh pada kehidupan, kegiatan, suasana hati, dan perilaku remaja.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya