ANDA mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang terbiasa tidur pakai kipas angin. Ya, hal ini tentu Anda lakukan supaya tidak kepanasan, merasa nyaman, dan tak keringatan saat tidur. Akan tetapi, banyak orang yang bilang kalau ini justru bisa membuat Anda masuk angin. Apa benar begitu?
Dr. Michael Benninger dari Head and Neck Institute di Cleveland Clinic, Ohio, mengungkap kepada Medical Daily bahwa tidur pakai kipas angin bisa membuat tidur lebih nyaman karena mengusir gerah dan panas. Bahkan, suara white noise dari kipas angin nyatanya bisa menjadi melodi pengantar tidur, sehingga tidur jadi lebih nyenyak.
Legging Seharga Rp588 Ribu Ini Buat Ribuan Orang Tertipu, Minat?
Di sisi lain, keseringan tidur pakai kipas angin nyatanya tidak selalu baik untuk kesehatan. Meski membuat tubuh jadi lebih dingin, terkena udara dari kipas angin juga dapat membuat otot-otot tubuh jadi menegang dan kram.
Masalah ini sangat umum terjadi pada orang yang sering mengarahkan kipas anginnya ke wajah dan leher. Alih-alih bikin badan segar saat bangun tidur, hal ini justru membuat Anda terbangun dengan leher kaku dan badan pegal linu di pagi hari.
Selain itu, tidur pakai kipas angin juga bisa membuat Anda rentan terkena masuk angin di pagi hari. Menurut American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI), tungau debu adalah pemicu alergi yang paling umum. Nah, putaran kencang dari kipas angin dapat mengumpulkan tungau debu dengan mudah.
Semakin sering kipas angin digunakan, maka semakin banyak debu dan kotoran yang menumpuk di bagian kipasnya. Jika kipas angin ini terus menerus digunakan saat tidur tanpa dibersihkan dulu, maka debunya akan beterbangan dan tanpa disadari terhirup oleh Anda.