MALANG - Tak seperti kota-kota lain di daerah Jawa Timur, Kota Lawang di Kabupaten Malang adalah satu-satunya kawasan yang tidak tidur. Selama 24 jam, orang masih ramai melintas dan denyut perekonomian tetap hidup. Alasannya, Lawang berada di jalur utama penghubung Surabaya ke Kota Malang dan Kota Batu.
"Yang paling khas dari Lawang ini, kehidupan kotanya 24 jam. Mau cari makanan jam 1 pagi juga masih ada, masih ramai," kata Bupati Malang, Rendra Kresna di sela-sela Festival Lawang Kota Tua di Pujasera Lawang.
Kondisi tersebut diyakini menjadikan Lawang tempat wisata yang banyak diminati wisatawan. Lawang sendiri selama ini dikenal sebagai kota tua dengan jumlah bangunan-peninggalan kolonial Belanda mencapai 300-an unit, yang beberapa di antaranya masih terawat.
"Bukan itu saja yang membuat Lawang dinamakan kota tua. Sejak zaman Kerajaan Singosari, Lawang ini sudah ada. Pameling, Kali Surak adalah bukti-bukti dalam sejarah bahwa nama itu Lawang sudah ada. Memang kota tua ya di sini," terangnya.