Apakah ini wajar?
Efek samping pingsan setelah orgasme sebenarnya tidak cukup umum. Namun, reaksi ini bisa lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang memiliki sindrom POTS, yaitu sindrom darah rendah yang membuat kepala pusing berputar setelah bangkit berdiri dari duduk atau tiduran secara tiba-tiba.
Posisi tubuh yang berubah-ubah dengan cepat selama bercinta, terutama apabila manuvernya cukup ekstrem, dapat menyebabkan tekanan darah menurun drastis.
Selain itu, orang-orang yang memang memiliki gangguan irama jantung (aritmia) juga lebih rentan pingsan setelah orgasme. Aritmia menyebabkan kondisi jantung berdetak secara tidak normal, entah itu terlalu cepat, terlalu lambat, berdetak terlalu dini (prematur), atau tidak beraturan.
Hal ini meningkatkan risiko tubuh cepat melemah karena otak dan paru-paru tidak mendapat pasokan oksigen yang mencukupi untuk berfungsi optimal. Terlebih, gejala aritmia bisa diperparah dengan aktivitas fisik yang terlalu intens, seperti seks.
Apapun penyebabnya, sebaiknya periksakan diri ke dokter jika pingsan sampai berulang kali setelah berhubungan seks. Dengan begitu, perawatan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebabnya. Selain itu, dokter juga akan memberikan rekomendasi tertentu agar efek orgasme yang bisa membahayakan tubuh dapat dihindari.
(Martin Bagya Kertiyasa)