Hipertensi paru terjadi karena adanya penambahan aliran di jantung kanan yang bekerja lebih keras, hal ini dapat memberikan beban lebih ke pembuluh darah paru melalui berbagai macam proses dan pada akhirnya dapat menyebabkan kondisi hipertensi paru. Menurut dr. Kris, perlu untuk mendeteksi kelainan jantung bawaan terutama bagi ibu hamil dan anak-anak.
“Cara mendiagnosisnya adalah dengan USG jantung. USG jantung ini sangat menolong untuk mendiagnosis kelainan jantung bawaan maupun hipertensi paru. Cara sederhana untuk mendiagnosisnya juga bisa dengan rekam medis jantung,” jelasnya
Menurut dr. Kris, gejala seseorang yang memiliki penyakit hipertensi paru keluhannya lebih kepada sesak napas yang tidak sembuh-sembuh. Mendiagnosa penyakit hipertensi paru memang harus tepat dan akurat. Untuk itu, diharapkan bagi masyarakat untuk lebih memiliki kesadaran dan kewaspadaan akan penyakit hipertensi paru. Agar penyakit ini dapat di deteksi sedini mungkin untuk menghindari kondisi yang lebih fatal.
(Utami Evi Riyani)