Menguak Arti Hidung Jambu dari Kacamata Medis, Benarkah Bawa Hoki?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Selasa 25 September 2018 18:06 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Share :

BENTUK hidung orang bisa berbeda-beda. Ada yang pesek, mancung, kecil, dan besar. Bentuk dan ukuran hidung seseorang umumnya tidak akan berubah sepanjang hidupnya karena dipengaruhi oleh genetik.

Ketika hidung Anda terus membesar dan berubah bentuk, ini mungkin adalah pertanda rinofima. Di Indonesia, rinofima adalah istilah medis dari hidung jambu yang katanya bawa hoki. Hmm… Benarkah begitu?

Rinofima adalah masalah kulit langka

Rinofima adalah kondisi kulit langka yang menyebabkan hidung membesar dan membulat di tengahnya hingga berbentuk seperti bohlam.

Hidung jambu akibat rinofima bisa jadi cikal bakal kanker. Suatu penelitian melaporkan bahwa 3-10% kasus rinofima berkembang menjadi kanker karsinoma. Maka, kondisi ini tetap butuh diagnosis dini dan pemeriksaan dokter.

Baca Juga: 7 Fakta Film Porno yang Tak Perlu Anda Tiru, Itu Semua Cuma Akting!

 

Apa penyebab seseorang punya hidung jambu?

Penyebab dari kondisi ini tidak diketahui pasti. Namun pakar kesehatan dunia sepakat bahwa pembesaran hidung akibat rinofima dapat dipicu oleh pembesaran pembuluh darah di hidung, sehingga membuat kulit hidung menebal.

Rinofima sempat dikaitkan dengan rosacea parah dan konsumsi minuman beralkohol berlebihan. Kedua hal ini memang dapat menyebabkan pembuluh darah melebar. Namun, kondisi ini bisa juga terjadi pada orang-orang yang tidak minum miras sama sekali dan yang tidak punya rosacea seumur hidupnya.

Rinofima lebih umum dialami oleh laki-laki paruh baya usia 50-70 tahun. Hal ini diduga karena ada kaitannya dengan hormon androgen pria. Orang-orang berkulit putih juga termasuk yang rentan mengalami rinofima.

Baca Juga: Kompak, Kembar Identik Ini Lakukan Operasi Transgender Bersama

Apa saja gejala yang muncul?

Gejala rinofima menyebabkan:

- Hidung membesar dan membulat bak bohlam atau jambu yang menggantung di batang hidung.

- Kulit hidung menebal, berminyak, dan bergelombang dengan pori-pori yang juga membesar.

- Kulit hidung memerah. Lama-lama ujung hidung akan berwarna merah tua hingga ungu gelap.

Seseorang yang memiliki kondisi ini akan merasa tulang hidung mereka seakan terus tumbuh. Anda juga akan mengalami pembengkakan pembuluh darah kecil di hidung dan pipi. Seiring waktu akan timbul jaringan parut pada hidung.

Rinofima kadang bisa didahului oleh jerawat di hidung. Setelahnya, Anda akan terus mengalami jerawat berulang di hidung seiring perkembangan gejalanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya