Penyakit ini memang tidak memiliki gejala yang begitu terlihat pada awalnya. Proses perkembangan penyakit ini membutuhkan waktu selama lima tahun. Penderita filariasis juga akan mengalami berbagai hal yang mengerikan.
Selain kakinya menjadi berukuran besar, beberapa cacing juga bisa menyerang alat kelamin manusia. Oleh sebab itu air seni para penderita filariasis juga akan berbeda dengan manusia normal. Air seni mereka cenderung berwarna putih menyerupai susu.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc mengatakan perubahan warna pada air seni disebabkan oleh reaksi cacing dalam tubuh yang merusak getah bening.
“Cacing ini tinggal dan hidup di getah bening. Getah bening itu berwarna seperti susu, jadi jika getah bening pecah maka ia akan terbawa ke dalam urine dan menghasilkan air seni putih seperti susu,” tegas Dr Jane, saat dijumpai Okezone di Gedung Adhyatma, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2018).
(Helmi Ade Saputra)