"Ibu saya berpikir bahwa mereka menggoda saya dengan menyebut saya perempuan, tapi berjalannya waktu, saya memberanikan diri untuk berbicara kepada orangtua saya bahwa saya memiliki jiwa perempuan yang terperangkap dalam tubuh laki-laki," kata Anjali.
Baca Juga: Melenggang di New York Fashion Week, Putri Madonna Pamer Kaki Penuh Bulu
Dr Pradeep Waghmare, ketua Vidyarthi Pratinidhi Mandal (VPM) yang menyelenggarakan Rose Day, menyebut pendekatan inklusif kontes ini sebagai langkah maju. Ajang ini, diharapkan bisa menjadi tempat bagi mereka yang merasa berbeda.
“Kami cukup terbuka untuk Anjali berpartisipasi. Kampus dan teman-temannya menunjukkan dukungan untuk Anjali dan ini merupakan hal yang luar biasa,” kata Waghmare.
(Martin Bagya Kertiyasa)