(Foto: Dok.Okezone)
Mimi menyebutkan, hingga awal September pencapaian imunisasi MR baru 18,47% dari target 1.955 juta anak. Padahal pemerintah daerah menargetkan pencapaian cakupan pemberian vaksin MR bisa 95%, dari seluruh anak yang menjadi sasaran imunisasi. Namun, karena adanya pro dan kontra kehalalan vaksin MR, masyarakat ragu-ragu untuk imunisasi.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes, membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia mengatakan, sempat menerima laporan kasus penyakit sindrom rubella akut itu dari beberapa rumah sakit di Provinsi Riau.
"Iya ada, tapi laporan rutin tidak ada, hanya berupa laporan pelayanan dari beberapa rumah sakit. Ini juga bukan kejadian baru," ujar Anung saat dihubungi Okezone, Kamis (13/9/2018).
Anak-anak yang terlanjur kena sindrom rubella akut, tambah Anung, akan diobservasi dan dikoreksi secara parsial. Cara ini dilakukan supaya beberapa fungsi tubuhnya bisa dioptimalkan.