3. Menggunakan tempat yang tidak sesuai saat time-out
Menggunakan tempat yang tidak sesuai saat time-out, sering jadi kesalahan orangtua sehingga time-out jadi tidak efektif. Saat Anda menghukum akan di dalam kamar, anak bisa menghabiskan waktu dengan mainan yang ada di kamarnya.
Akibatnya, metode time-out bukan jadi teknik menghukum melainkan waktu bermain bagi anak. Pastikan Anda mencari tempat yang tidak memungkinkan anak untuk bermain, atau ambil mainan yang ada di dalam kamarnya. Buat time-out jadi waktu yang membosankan bagi anak sehingga ia menyesali perbuatannya.
4. Terus menasehatinya setelah time-out
Terkadang banyak orangtua yang terus memberikan ‘ceramah’ pada anak setelah menghukumnya. Memberikan nasehat yang tegas setelah boleh saja, tapi sebatas untuk memberi masukan anak sekaligus menunjukkan kembali perhatian Anda.
Jika Anda terus memberi ceramah tanpa henti, suasana akan jadi semakin buruk. Kemungkinan besar anak jadi tidak menyukai sikap Anda ini dan semakin tidak mendengarkan perkataan Anda. Jadi, setelah time-out selesai, biarkan akan kembali beraktivitas kembali seperti biasanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)