Pemeriksaan Radiologi Digital Apakah Bisa Diaplikasikan untuk Semua Jenis Penyakit?

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 07 September 2018 12:16 WIB
Radiologi digital bisa untuk pemeriksaan segala jenis penyakit (Foto:Ist)
Share :

 

SEIRING dengan kemajuan ilmu teknologi yang salah satu terapannya bisa dilihat di dalam bidang ilmu kedokteran.

Salah satu contohnya adalah, pemeriksaan radiologi. Jika dahulu pemeriksaan radiologi bersifat konvensional dengan menggunakan print film rontgen. Sekarang, dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu teknologi, kini yang namanya pemeriksaan radiologi sudah hadir dengan sistem digital yang tidak hanya menghasilkan foto yang lebih tajam, hasil diagnosa yang lebih tepat sehingga penanganan untuk pasien akan lebih cepat dan akurat. Namun juga mempersingkat waktu rangkaian pemeriksaan bagi pelaku medis dan pasien itu sendiri.

 Ini Alasan Bayi Tertidur Pulas saat Digendong Pakai Gendongan Bayi

Namun, pada prakteknya sistem radiologi digital ini bisa dilakukan untuk jenis penyakit yang seperti apa? Ataukah memang ada jenis penyakit-penyakit tertentu yang tidak bisa atau tidak perlu diterapkan pemeriksaan radiologi digital? Menjawab pertanyaan ini,  Okezone bertanya kepada Dr. Vonny N. Tubagus, Sp Rad (K).

“Pemeriksaan radiologi digital ini bisa diterapkan kepada semua jenis penyakit, yang selama bisa didiagnosa dengan sistem radiologi. Pada dasarnya tidak ada batasan,” ungkap Dr. Vonny N. Tubagus, Sp Rad (K) saat ditemui Okezone, Kamis (6/9/2018) di rumah sakit Premier Bintaro.

Dr. Vonny melanjutkan, walaupun begitu pemeriksaan dengan sistem radiologi digital ini tetap harus memperhatikan kondisi tertentu dari pasien.

 White Temple, Bangunan Berkonsep Surga dan Neraka

“Enggak ada batasan pada dasarnya, kecuali ada kondisi kontra indikasi pada pemeriksaan angiography. Atau misalnya pasien itu ada alergi, atau bisa juga bila ada pasien yang dimasukkan obat,” imbuhnya.

Di sisi lain, Dr. Vonny menambahkan penerapan pemeriksaan radiologi digital ini mendatangkan keuntungan bagi pasien itu sendiri di luar soal efisiensi waktu. “Selain pasien jadi hemat waktu tunggu, karena kalau yang sistem radiologi konvensional bisa memakan waktu delapan hingga sepuluh menit untuk proses pencetakan gambar, gambarnya bisa sampai 128 layer. Selain itu, juga dengan sistem digital ini jadinya pasien terkena lebih sedikit sinar x (radiologi) nya. Efek sinar radiasi itu kan bisa merusak sel-sel dalam tubuh kita, salah satunya memicu kanker, membuat sel menjadi abnormal,” pungkas Dr.Vonny

(Santi Andriani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya