Tidak Lagi Dilindungi, Ini Asal Usul Burung Murai Batu, Jalak, dan Cucak Rawa

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis
Jum'at 07 September 2018 17:01 WIB
Jalak (wikiwand)
Share :

SETELAH sempat masuk dalam kategori satwa dilindungi, 3 burung asli Indonesia yakni, jalak suren, cucak rawa, dan murai batu resmi dikeluarkan dari daftar tersebut. Keputusan ini diumumkan secara resmi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Keputusan ini merupakan hasil dari kajian sosial dan ekonomi yang dilakukan untuk menanggapi berbagai saran dan tanggapan para komunitas terhadap Peraturan Menteri LHK Nomor 20 Tahun 2018 (P.20/2018), tentang jenis Satwa dan Tumbuhan yang Dilindungi.

 Baca juga: Hati-Hati, Ada 242 Kasus Terindikasi Hepatitis A di Singkawang

Nah, bagi Anda yang penasaran dengan 3 jenis burung di atas, berikut Okezone rangkumkan asal usul burung murai batu, jalak suren, dan cucak rawa. Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Jumat (7/9/2018).


Murai batu

 

Murai batu juga dikenal sebagai kucica hutan. Burung ini termasuk dalam famili muscicapidae atau burung cacing. Populasi burung murai tersebar di seluruh Pulau Sumatera, Semenanjung Malaysia, dan sebagian Pulau Jawa. Ciri khas burung ini terletak pada suara kicauannya yang sangat merdu.

Bahkan, pada tahun 1947, burung murai batu mendapatkan penghargaan terbaik atas nyanyiannya yang sangat indah (The Best Song Birds - Delacour). Selain memiliki suara merdu, burung murai dapat diketahui dari warna tubuhnya yang hitam, kecuali bagian bawah badannya yang berwarna merah cerah dan jingga kusam. Saat berkicau, burung murai akan meneggakkan ekornya yang panjang.

 Baca juga: Viral Penampakan Pocong di Warteg, Netizen : Auto Merinding

Jalak

 

Satu lagi burung yang punya suara kicauan merdu yakni, burung jalak. Burung ini umumnya berukuran sedang sekitar 20-25 cm, dengan bentuk paruh yang kuat, tajam, dan lurus. Dibandingkan burung murah, kaki burung jalak cenderung panjang sebanding dengan tubuhnya. Salah satu keunikan burung jalak, terkadang ia suka meniru suara burung lainnya.

Burung jalak relatif mudah dijinakkan, bahkan ketika diletakkan dalam kandang burung pun ia masih sangat aktif bergerak dan berkicau. Itulah sebabnya banyak penggemar burung kicau memelihara burung jalak untuk melatih jenis burung kicau yang mereka miliki.

 Baca juga: White Temple, Bangunan Berkonsep Surga dan Neraka

Cucak rawa

 

Masih ingat dengan lagu 'cucak rowo'? Lagu yang dipopulerkan oleh penyanyi lawas, Didi Kempot, ini begitu populer di masanya karena menyuguhkan irama sederhana dan gembira. Pada awalnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa judul lagu tersebut diambil dari salah satu jenis burung asli Indonesia yakni, cucak rawa. Burung ini berasal dari suku pycnonotidae dan termasuk sejenis burung pengicau.

Nama cucak rawa sendiri berasal dari bahasa Jawa. Orang Sunda menyebutnya dengan nama cangkurawah. Tubuh cucak rawa tidak terlalu panjang sekitar 28 cm. Pada atas kepalanya terdapat mahkota dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning pucat. Punggung burung ini didominasi warna coklat zaitun dengan motif 'coret-coret' putih. Sementara sayap dan ekornya didominasi warna hijau kecokelatan. Suaranya terdengar lebih berat dan lebih keras, dengan siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya