Berbeda dengan pantai lainnya, yang penuh sesak dengan para turis, laut mati hanya berisikan hamparan pasir emas yang sangat panjang dan air jernih dengan beberapa hotel, beberapa di atas air, beberapa di seberang jalan. Memang, sangat sedikit orang yang mau berkunjung ke sana.
Baca juga: Usai Asian Games 2018, Event AM-IMF Jadi Kunci Capai Target 17 Juta Wisman
Apalagi, jika berkunjung di akhir Agustus, dan suhu di luar ruangan mencapai lebih dari 100 derajat. Oleh karena itu, pemilihan waktu untuk bepergian ke sana sangat penting, jika Anda tidak mau gosong karena kepanasan.
Karena berada di dataran rendah, nyaris tidak ada angin sepoi-sepoi atau gerakan di air, Laut Mati menyeramkan dengan cara yang baik. Berada di sana, akan membawa pengalaman tersendiri, seperti berjalan di ruang angkasa karena begitu sedikit kehidupan yang terjadi di sana.
Meskipun nampak sepi, namun laut mati menawarkan pemandangan yang cukup menggugah hati, seperti ketika pasir berubah dari kuning keemasan menjadi putih ketika air menyentuh pasir. Tapi, jika diamati itu bukanlah pasir, melainkan endapan garam yang terkristalisasi.