Wisma Ranggam, Tempat Pengasingan Soekarno yang Bersejarah Penuh Hawa Mistis

Annisa Aprilia, Jurnalis
Sabtu 25 Agustus 2018 17:02 WIB
Wisma Ranggam (Indonesia Travel)
Share :

TIDAK seperti Rengasdengklok, Wisma Ranggam yang ada di Bangka Barat tidak terlalu akrab di telinga masyarakat Indonesia. Padahal, wisma ini pun merupakan salah satu lokasi pengasingan Soekarno dan tokoh lainnya, yang masih berada di tengah pemukiman ibukota Kabupaten Bangka Barat.

Bicara soal tempat pengasingan, selain nilai historis yang mendalam dan penting diketahui oleh masyarakat Indonesia, ternyata juga diselimuti oleh atmosfer mistik. Bagaimana tidak, bangunan yang telah ada sejak 1890 tersebut masih berdiri dengan kokoh sampai sekarang dan menurut cerita masyarakat setempat ada beberapa peristiwa tidak biasa terjadi.

 Baca juga: Viral Penampakan Kuntilanak di Warung Makan Kawasan Puncak, Merinding!

Dua di antaranya, yaitu kehadiran lima ekor ular yang hinggap di pohon halaman depan rumah pengasingan dan lonceng yang berbunyi hanya pada saat menjelang azan magrib.

Dihimpun oleh Okezone dari berbagai sumber, Sabtu (25/8/2018), ular yang hinggap tersebut berjenis green viper dan diduga sangat berbisa, tapi uniknya tidak mengganggu pengunjung atau manusia yang ada di sekitarnya.

 Baca juga: Model Inggris Klaim Pemilik Payudara Terbesar, Ukurannya 34NN!

Entah sejak kapan ular-ular berwarna hijau belang kuning itu rutin menampakkan diri di ranting pohon, tapi menurut warga sekitar sudah ada sejak belasan tahun lalu, dan tidak pernah berpindah tempat, hanya kadang tidak kelimanya berkumpul. Tidak cukup sampai di situ saja keanehan yang terjadi di Wisma Ranggam, Muntok, Bangka Barat, sebab masih ada cerita rakyat yang didengarkan turun-temurun oleh masyarakat lokal setempat.

 

Konon, ada sebuah lonceng yang kerap berbunyi hanya pada saat menjelang senja alias magrib waktu sekitar. Lonceng itu berdentang tepat dan rutin setiap petang. Menurut penjaga wisma yang sempat diberi nama Pesanggrahan Muntok tersebut, menceritakan pada zaman dulu lonceng memang kerap berbunyi ketika hari mulai merangkak malam.

 Baca juga: 7 Pesona Paspampres Cantik Serda Ambar yang Ungkap Sisi Lain Kehidupannya

Lonceng yang berbunyi itu menandakan pertukaran jadwal jaga para pasukan Belanda, yang dulu bertugas menjaga wisma yang sebelumnya merupakan benteng Belanda. Namun, lambat laun waktu berganti, dentang lonceng tetap masih sering terdengar hingga saat ini, dan itulah yang membuat suasana Wisma Ranggam cukup mencekam tatkala hari mulai berganti malam.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya