Menjelajah & Merasakan Aura Mistis Lawang Sewu

Firda Janati, Jurnalis
Minggu 26 Agustus 2018 10:00 WIB
Lawang Sewu di Semarang (Foto:Shutterstock)
Share :

MENJADI salah satu tempat wisata terkenal bersejarah yang ada di tengah kota Semarang, Lawang Sewu memiliki banyak cerita misteri dan legenda. Para penduduk asli Semarang dan para wisatawan lokal maupun asing merasakan aura mistis saat mengunjungi lorong-lorong yang terdapat pada setiap pintunya.

Legenda mengatakan bahwa banyak makhluk-makhluk gaib yang bermukim di gedung bersejarah ini. Bahkan, beberapa turis mengatakan ada titik-titik tertentu dimana makhluk gaib itu sering muncul. Salah satunya adalah lokasi penjara, lorong-lorong, penjara jongkok, dan ruang penyiksaan.

Awal mula terjadinya legenda dan aura mistis tersebut adalah pada masa penjajahan. Pada masa penjajahan Belanda, bagunan ini digunakan untuk kantor perkereta-apian dan ruangan bawah tanah digunakan penjajah Belanda untuk saluran pembuangan air. Bangunan bekas penjajahan belanda yang dahulu dijadikan kantor Nederland-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM) milik belanda ini berubah saat Indonesia di jajah oleh Jepang.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BIPhJu2h8bf/?utm_source=ig_embed" data-instgrm-version="9" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:62.5% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BIPhJu2h8bf/?utm_source=ig_embed" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by F A S H Y A . K (@yohanesfashya)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2016-07-24T11:25:42+00:00">Jul 24, 2016 at 4:25am PDT</time></p></div></blockquote>

<script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>

Penjajah Jepang menjadikan kantor peninggalan belanda ini sebagai tempat pembantaian penduduk pribumi. Lawang sewu menjadi saksi bisu kekejaman tentara Jepang yang membantai penduduk pribumi dan pemuda-pemuda yang berani melawan mereka pada masa penjajahan. Ruangan bawah tanah yang sebelumnya dijadikan saluran pembuangan air ini dijadikan sebagai tempat pembantaian oleh tentara Jepang. Titik-titik tempat dimana para makhluk gaib muncul.

Salah satu ruangan bawah tanah yang dijadikan tempat pembantaian adalah penjara jongkok yang hanya berukuran kurang lebih 1,5 meter dan tinggi 1 meter yang disi oleh 7-8 orang, orang-orang harus jongkok ditempat yang tergenang air tersebut dan dikurung hingga meninggal. Selain penjara jongkok, ada pula penjara berdiri yang memiliki lebar 1 x1 meter dengan diisi oleh 6-7 orang tahanan, berdesakan dan dibiarkan sampai meninggal. Lebih kejam lagi tempat pemasungan kepala. Ditempat ini para tahanan dipasung dengan sebuah pedang di dalam bak. Setelah dipasung, badan dan kepala tahanan akan ditenggelamkan ke sungai bawah tanah.

<blockquote class="instagram-media" data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/BDgKqxnRv66/?utm_source=ig_embed" data-instgrm-version="9" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:540px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);"><div style="padding:8px;"> <div style=" background:#F8F8F8; line-height:0; margin-top:40px; padding:28.14814814814815% 0; text-align:center; width:100%;"> <div style=" background:url(data:image/png;base64,iVBORw0KGgoAAAANSUhEUgAAACwAAAAsCAMAAAApWqozAAAABGdBTUEAALGPC/xhBQAAAAFzUkdCAK7OHOkAAAAMUExURczMzPf399fX1+bm5mzY9AMAAADiSURBVDjLvZXbEsMgCES5/P8/t9FuRVCRmU73JWlzosgSIIZURCjo/ad+EQJJB4Hv8BFt+IDpQoCx1wjOSBFhh2XssxEIYn3ulI/6MNReE07UIWJEv8UEOWDS88LY97kqyTliJKKtuYBbruAyVh5wOHiXmpi5we58Ek028czwyuQdLKPG1Bkb4NnM+VeAnfHqn1k4+GPT6uGQcvu2h2OVuIf/gWUFyy8OWEpdyZSa3aVCqpVoVvzZZ2VTnn2wU8qzVjDDetO90GSy9mVLqtgYSy231MxrY6I2gGqjrTY0L8fxCxfCBbhWrsYYAAAAAElFTkSuQmCC); display:block; height:44px; margin:0 auto -44px; position:relative; top:-22px; width:44px;"></div></div><p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/BDgKqxnRv66/?utm_source=ig_embed" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by Fredy Suhendra (@fredy.suhendra)</a> on <time style=" font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px;" datetime="2016-03-28T15:59:21+00:00">Mar 28, 2016 at 8:59am PDT</time></p></div></blockquote>

<script async defer src="//www.instagram.com/embed.js"></script>

Gedung yang selesai dipugar pada akhir Juni 2011 ini kembali dibuka untuk umum dan telah menjadi milik PT Kereta Api Indonesia (Persero). Bangunan yang kokoh, bergaya khas Eropa, dan artistik pada setiap titik bangunannya memiliki keunikannya tersendiri yang menjadikannya wisata sejarah terkenal di Indonesia hingga Internasional.

Meski namanya Lawang Sewu, julukan dalam Bahasa Jawa berarti Pintu Seribu, gedung ini memiliki jumlah pintu yang sangat banyak, walaupun jumlahnya tidak sampai seribu. Saat ini gedung Lawang Sewu dimanfaatkan sebagai museum yang menyajikan beragam koleksi dari berkereta-apian Indonesia dan juga sebagai tempat sewa untuk kegiatan Pameran, Bazar, Festival, Workshop, Pemotretan, Shooting, dll.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya