SATU tahun sejak model busana Korea-Nigeria pertama Han Hyun-min (17) muncul, ia mendapat sorotan dan dukungan dari keluarga baik di dalam maupun di luar negeri. Sebelumnya, majalah Time memilih Han sebagai salah satu dari "30 Remaja Paling Berpengaruh Tahun 2017".
Kesuksesan Han yang belum pernah terjadi sebelumnya memberi harapan bagi banyak keluarga multikultural di Korea. Salah satunya adalah seorang siswa SMA berusia 16 tahun Bae Yu-jin. Dia tumbuh di lingkungan yang sama seperti Han, bertempat tinggal di Itaewon, Korea Selatan.
"Kami tumbuh bersama sejak kami berusia satu atau dua tahun. Ibu kami saling kenal. Saya tidak pernah mengira Han akan menjadi populer saat itu," kata Bae Yu-jin dikutip dari The Korea Times, Kamis (23/8/2018).
(Baca Juga:Tutorial Hijab Anti Letoy Tegak Paripurna ala Youtuber Linda Kayhz)
"Setelah menemukan Han di surat kabar, ibuku juga menyarankan agar aku menjadi model fesyen," ungkapnya.
Gadis dengan tinggi 176 sentimeter ini telah bermimpi menjadi model fesyen. Tapi ibu Bae juga menyarankan pilihan karier lain mengingat bahwa sulit membuatnya menjadi model di Korea, karena latar belakang biracial-nya.
"Dia dulu mengatakan kepadaku bahwa akan sulit untuk bekerja sebagai model fashion di Korea dengan penampilan seperti ini. Jadi dia bilang aku harus menjadi pramugari dan bepergian ke seluruh dunia," kata Bae.
Seperti Han, Bae lahir dari ayah Nigeria dan ibu Korea. Walaupun dia memiliki paspor Korea dan lancar berbahasa Korea, masih banyak orang yang sering mengejeknya hanya karena warna kulit yang berbeda.
"Saya tidak menyadari saya berbeda sampai saya mulai sekolah menengah. Para siswa senior di sana akan mengejek saya tentang warna kulit saya, dan itu menyakitkan. Saya menangis setiap hari dan memberi tahu ibu saya tentang hal itu," kata Bae.
Bae juga mengatakan dirinya mendapat banyak dukungan dari sang ibu. Sosok ibunya lah yang paling sering mendorong Bae dan meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Kini, Bae sudah akrab dengan teman-temannya, dan kadang-kadang dia lupa bahwa dia setengah Nigeria.
(Baca Juga:Gaya Kasual Prewedding Kimberly Ryder dan Kekasihnya, Cool Banget!)
"Saya orang Korea. Saya berbicara bahasa Korea, dan makanan favorit saya adalah Kimchi rebus. Selalu ada minoritas, tidak hanya di Korea tetapi di mana-mana di dunia. Kita semua menjadi obyek cemoohan. Semuanya sama," kata Bae.
Bae memulai debutnya di Seoul Fashion Week delapan bulan lalu setelah menandatangani kontrak dengan Manajemen Model SHS. Di musim pertamanya, ia berjalan dan berpose untuk 10 pertunjukan, menjadi pertunjukan kedua terbanyak di antara model wanita di agensinya.
"Ini baru permulaan. Sebelumnya, saya tidak berpikir saya bisa mencapai impian saya sebagai model fesyen. Tapi sekarang saya pikir saya punya peluang. Suatu hari saya berharap bisa berjalan di runway di Prancis," kata Bae.
"Namun, saya tidak akan menggunakan nama bahasa Inggris di sana. Sama seperti bagaimana saya unik di sini dengan orang-orang yang berpikir saya berasal dari luar negeri, nama Korea saya akan membuat saya unik di sana juga," pungkasnya.
(Utami Evi Riyani)