Perkiraan pusat untuk pengendalian dan pencegahan penyakit (CDC), 6 juta hingga 12 juta anak akan mendapatkan kutu. Sebuah studi Oxford dari 202 anak-anak Inggris mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki smartphone atau tablet dua kali lebih mungkin memiliki kutu kepala dibandingkan mereka yang tidak memiliki smartphone. Hanya 30 persen anak-anak tanpa perangkat menderita infestasi, sementara 63 persen dengan perangkat itu.
Lebih buruk lagi, jika Anda atau sang anak terkena kutu kepala akan susah untuk dibasmi karena kutu semakin sulit untuk dibunuh. Dalam satu studi tahun 2016, 95 persen kutu kepala yang dikumpulkan disebut kutu super. “Mereka telah diidentifikasi di 48 negara bagian. Mereka adalah hasil dari mengobati kutu biasa dengan tidak benar atau dengan kesalahan diagnosis kutu, ”kata Dr. Sperling.
Pencegahan kutu pada sang anak, Anda bisa menyarankan sang anak untuk menghindari kontak kepala ke kepala selama sedang bermain. Para ahli menyarankan jangan bersandar bersama untuk mengambil foto atau melihat smartphone. Selain itu, tidak berbagi topi, helm, headphone dan bantal juga bisa menegah sang anak terkena kutu.
(Fakhri Rezy)