4. Pemicu migrain dapat berbeda pada tiap orang
Stres, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, dehidrasi, alkohol dan kafein adalah beberapa pemicu yang paling umum. Beberapa orang mengalami migrain setelah makan makanan tertentu seperti keju, dan yang lainnya sensitif terhadap perubahan kondisi cuaca seperti tekanan udara. Sebagian besar penderita migrain biasanya menghindari pemicu-pemicu yang dapat membuat penyakit tersebut kambuh.
5. Wanita cenderung mengalami migrain dibanding pria
Dari banyaknya penduduk di muka bumi ini, penderita migrain yang paling banyak adalah perempuan. Para ahli medis menduga ini berkaitan dengan sifat siklus hormon wanita. Menurut penelitian, NHE1, protein yang mengatur transfer proton dan ion natrium melintasi membran sel, merupakan komponen penting dari sakit kepala migrain.
Produksi NHE1 cenderung berfluktuasi lebih banyak pada wanita dibandingkan pria. Ketika ilmuwan melakukan percobaan pada otak tikus, mereka menemukan bahwa tingkat NHE1 paling rendah ketika estrogen berada pada puncaknya. Secara umum, tikus betina juga memiliki 4 kali jumlah NHE1 di otak mereka dibanding tikus jantan. Jika hal tersebut juga berlaku pada manusia, hal ini dapat menjelaskan mengapa wanita lebih cenderung menderita migrain dibandingkan pria.
(Utami Evi Riyani)