Sekitar 130 foto hitam putih, berukuran 10R dipajang dalam museum tersebut. Lima foto Frans yang paling dikenal yakni pembacaan teks proklamasi oleh Bung Karno, upacara pengibaran bendera, teks proklamasi tulisan tangan asli, teks proklamasi ketikan, serta suasana upacara terpajang di dinding kayu yang terlihat mulai rapuh itu.
Sementara hasil karya Alex yang paling dikenal yakni penjemputan Jenderal Sudirman saat perang gerilya, Bandung lautan api, Konferensi Meja Bundar, Konferensi Asia-Afrika, Perjanjian Lingarjati, Supersemar, Bung Tomo saat membakar semangat rakyat pada 10 November 1945 juga dipajang keliling dinding ruangan.
Sebenarnya masih banyak lagi karya keduanya yang tidak dipajang bahkan mencapai ribuan foto tentang peristiwa masa-masa perjuangan kemerdekaan, namun karena ruangan yang tidak cukup representatif untuk memajang semua foto tersebut sehingga pihak keluarga lebih memilih untuk menyimpannya.
"Film asli foto-foto ini ada di perpustakaan nasional. Tapi lima foto terkenal karya Frans, yakni suasana detik-detik kemerdekaan ada pada keluarga. Kamera Leica mereka juga masih ada," ujar Pierre Mendur.
Tugu beserta museum kecil ini dibuka untuk umum, setiap hari, dari pukul 07.00 - 17.00 WITA. Berada di sini, pengunjung serasa hanyut dibawa kembali ke masa-masa perjuangan dahulu. Kebanyakan yang berkunjung ke tempat ini berasal dari luar daerah Sulawesi Utara. Pengunjung lokal justru jarang berkunjung ke sini, bahkan anak sekolah pun jarang berkunjung ke museum yang sarat dengan sejarah ini.
Sayangnya, museum ini juga seakan luput dari perhatian pemerintah mulai dari pertama kali dibangun sampai dengan sekarang. Rumah panggung ini terlihat mulai rapuh bahkan terlihat sudah mulai miring, meski demikian Pierre bersama Dina tetap iklas merawat museum dan membersihkan foto-foto di dalamnya.
"Biarlah, yang penting kami masih bisa merawat museum," pungkas keduanya.
Akses menuju ke lokasi ini sangat mudah, dari Kota Manado butuh waktu sekitar 1 jam 43 Menit. Letak tugu sendiri berada di pinggiran jalan raya sehingga cukup mudah untuk ditemukan.
(Utami Evi Riyani)