BANYAK perempuan yang mendambakan kehadiran seorang anak, namun tidak semuanya mendapatkan kesempatan tersebut. Alasannya bermacam-macam, mulai dari kesuburan, kondisi kesehatan, hingga belum memiliki pasangan. Di luar negeri, pilihan bagi perempuan yang ingin memiliki anak namun tidak punya pasangan adalah melalui inseminasi buatan dengan bantuan donor sperma.
Cara itu pula dipilih oleh Cramblett pada Desember 2011 lalu. Dirinya mengunjungi Midwest Sperm Bank untuk mendapatkan sperma yang diinginkannya. Setelah meninjau donor sperma, perempuan kaukasia ini memilih donor sperma bernomor 380. Proses inseminasi pun dilakukan dan dirinya berhasil untuk hamil. Namun di usia kehamilannya yang memasuki bulan kelima, dia merasa ada kejanggalan.
Setelah ditelusuri, ternyata kehamilannya berasal dari donor sperma bernomor 330. Hal itu membuat Cramblett yang berasal dari ras kulit putih mengandung bayi dari seorang pria Afrika-Amerika yang berkulit hitam. Kejadian ini tentu membuat dirinya terkejut dan memutuskan untuk mengajukan gugatan karena beban yang harus ditanggungnya.
Cramblett berasal dari keluarga yang sedikit terbatas dengan orang-orang kulit putih. Hal itu membuatnya stres karena harus mengasuh putrinya yang birasial. Bahkan ia harus memboyong putrinya ke lingkungan yang menerima perbedaan ras sehingga memaksa mereka pindah. Sesi konseling juga dilakukan agar Cramblett bisa menerima kondisi putrinya dan tetap mengasuhnya dengan baik.
Pihak bank sperma mengakui kesalahannya yang menyebabkan Cramblett hamil dengan sperma yang bukan pilihannya. Ternyata karyawan di bank sperma salah melihat tulisan nomor pilihan sperma. Bank sperma lalu meminta maaf dan memberi Cramblett ganti rugi berupa pengembalian dana untuk enam botol sperma.