Di kesempatan yang sama, Joneka tak hanya menyebutkan destinasi wisata mana saja yang masih menduduki posisi teratas sebagai tujuan incaran untuk traveling. Joneka juga berbagi pola kebiasaan orang Indonesia jika hendak melakukan perjalanan. Mulai dari gemar berburu tiket berharga miring, hingga kebiasaan melakukan pemesanan dalam waktu singkat.
Pemesanan tiket ini pun tidak hanya dilakukan untuk perjalanan pribadi, tetapi juga perjalanan dinas. Misalnya untuk perjalanan corporate, sales baru bisa memesan tiket H-1. Berbeda dengan keperluan untuk meeting atau program training yang dilakukan jauh-jauh hari.
“Lalu, masyarakat Indonesia itu biasanya kerap mepet-mepet, iya sih biasanya kalau yang generasi milenial itu sudah ada plan sudah punya prediksi bisa kapan. Nah kalau yang non-milenial ini enggak bisa prediksi karena kerap berubah, jadi suka dadakan, booking-nya dekat-dekat,” pungkas Joneka.
(Utami Evi Riyani)