Dr Joaquin Cortiella mengatakan, tidak melihat tanda-tanda edema paru yang biasanya merupakan tanda pembuluh darah kurang matang. “Paru-paru rekayasa genetika terus mengalami per kem bangan (baik) setelah transplantasi tanpa infus pertumbuhan, tubuh menyediakan semua nutrisi yang dibutuhkan paru-paru baru,” katanya.
Saingi Milenial, Nenek 90 Tahun Tak Mau Kalah Bergaya di Medsos
Pada dasarnya, paru-paru baru bisa jenuh oksigen yang diterima. Pengujian pada babi yang hanya memiliki satu paru-paru, ilmuwan belum bisa melakukan pengujian sepenuhnya.
“Ini telah mengambil banyak hati dan 15 tahun penelitian yang didapatkan sejauh ini, tim kami telah melakukan sesuatu luar biasa dengan anggaran kecil dan sekelompok orang luar biasa sudah berdedikasi,” kata Nichols, rekan satu tim Cortiella.
Mereka berpikir bahwa dengan pendanaan yang tepat, paru-paru seperti yang ditanam pada babi, dapat juga ditanam untuk manusia. Hal ini kemungkinannya dapat diwujudkan dalam waktu 5 hingga 10 tahun dari sekarang.
(Santi Andriani)