ANDA tentu tahu bila saat makan ada etika yang harus dituruti karena alasan kesopanan. Salah satunya adalah berusaha makan setenang mungkin dengan tidak mengeluarkan suara keras saat mengunyah atau menyeruput. Sebab, tindakan ini dapat mengganggu orang lain yang mendengarnya.
Akan tetapi, beberapa orang ada yang memiliki pendengaran sangat sensitif. Suara mengunyah atau menyeruput yang sangat pelan bisa didengarnya dan membuatnya ingin teriak karena merasa terganggu. Hal ini terkait kondisi neurologis yang dikenal dengan istilah misophonia yaitu kepekaan berlebih terhadap suara mengunyah, batuk, menguap, dan banyak lagi.
Bahkan ada yang memiliki kasus misophonia lebih ekstrem dibanding yang lain. Mereka bisa benar-benar terganggu oleh suara-suara dan sampai pada titik membutuhkan terapi perilaku kognitif.
(Baca Juga:Tak Hanya Menjijikkan, Rambut pada Makanan Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya)
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology tahun lalu, terungkap bila orang-orang dengan gangguan misophonia memiliki perbedaan di lobus frontal otaknya. Hal ini menyebabkan reaksi keras terhadap suara, dan bahkan dapat menyebabkan detak jantung lebih cepat serta keringat berlebih.
Sementara itu, pada Februari lalu penelitian lain menemukan bahwa memiliki misophonia dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk belajar. Menurut peneliti, suara yang halus seperti permen karet cukup untuk memengaruhi kinerja akademis. Hasil penelitian ini kemudian diterbitkan dalam jurnal Applied Cognitive Psychology.