Berhubungan Seks Tak Selalu Bisa Bikin Hamil, Mana yang Aman?

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis
Senin 13 Agustus 2018 23:02 WIB
Ilustrasi. (Foto: Aksmen)
Share :

BANYAK orang sampai saat ini masih menganggap bahwa semua jenis aktivitas yang berbau seksual pasti bisa bikin hamil. Nyatanya, tidak demikian. Aktivitas seksual tidak hanya terbatas pada penetrasi penis ke vagina saja. Ada yang menggolongkan bercumbu (making out), seks oral, atau petting (saling menggesekkan alat kelamin) sebagai aktivitas seks.

Beberapa lainnya mungkin menganggap ciuman, kelonan, masturbasi, rimming (merangsang lubang anus dengan lidah), dan pemakaian sex toys (baik sendiri atau berbarengan) juga termasuk seks. Lantas dari semua jenis hubungan seks yang ada, mana yang bisa bikin hamil dan yang jelas-jelas tidak?

Hubungan seks yang bisa bikin hamil, apa saja?

Baca Juga: 5 Zodiak Ini Sulit Banget Bilang "I Love You", Gengsi atau Malu-Malu Kucing?

1. Penetrasi penis ke vagina

Masuknya penis ke dalam vagina bisa menyebabkan kehamilan ketika sel sperma pria berhasil dengan sel telur wanita di dalam rahim.

Setiap wanita berisiko hamil setelah berhubungan seks penetratif tanpa kondom. Tak peduli apakah itu adalah seks yang pertama kali atau ke-100 kalinya. Ini karena hanya butuh satu buah sel sperma sehat untuk bisa membuahi satu sel telur. Wanita bisa segera hamil ketika ia berhubungan seks di masa suburnya.

Penetrasi penis ke vagina barulah tidak bisa bikin hamil apabila pria memakai kondom dan/atau wanitanya menggunakan KB saat berhubungan seks.

2. Seks anal

Seks anal dilakukan dengan memasukkan penis ke anus (lubang pantat). Teorinya, seks anal tidak bisa bikin wanita hamil. Air mani memang masuk ke dalam anus, tapi tidak akan bisa mengalir ke rahim wanita untuk membuahi sel telur karena saluran anus tidak tersambung dengan organ reproduksi.

Namun demikian, hamil lewat seks anal bukan berarti mustahil. Wanita bisa saja hamil dari seks anal apabila cairan ejakulasi pria mengalir tumpah ke luar lubang dan menetes masuk ke dalam vagina. Pasalnya, jarak antara lubang anus dan lubang vagina sangat dekat. Meski begitu, risikonya amat sangat kecil.

Baca Juga: Mengenal Pneumonia, Penyakit Mirip Flu yang Buat Ronaldo Kritis

3. Ejakulasi di luar

Banyak orang yang salah sangka bahwa ketika pria ejakulasi di luar dengan cara buru-buru menarik penis dari vagina sebelum klimaks, wanita tidak akan bisa bikin hamil. Ini keliru.

Meski belum sampai orgasme, penis bisa terus mengeluarkan cairan pra-ejakulasi selama pria masih terangsang. Cairan praejakulasi itu sendiri tidak mengandung sperma. Namun saat keluar dari penis, sedikit sisa sperma hidup dari ejakulasi sebelumnya yang menempel di saluran kemih (uretra) akan ikut tersapu keluar bersama air mani.

Terlebih, tidak ada satu pun pria di dunia ini yang bisa secara akurat memprediksi kapan ia akan benar-benar klimaks. Orgasme adalah insting bawah sadar tubuh yang tidak bisa dikendalikan. Bahkan ketika pria sudah sangat berhati-hati agar ejakulasi pasti terjadi di luar lubang vagina, masih ada kesempatan bagi air mani untuk menetes dan mengalir ke dalamnya jika penis masih berada dekat vagina.

Menurut Planned Parenthood, 4 dari 100 wanita bisa hamil dari partner pria yang ejakulasi di luar, baik saat penetrasi vagina atau lewat anus. Artinya, ada peluang sebesar 4% untuk Anda hamil dari metode ini. Ingat, hanya perlu satu buah sel sperma untuk membuahi sel telur.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya