MENYUKAI lawan jenis adalah sesuatu yang indah, namun akan menjadi cerita lain jika orang yang ditaksir ini hanya menganggap diri kita tak lebih dari teman.
Padahal, dalam berkomunikasi dan interaksi sehari-hari sudah secara kasat mata lebih dari sekedar teman. Namun nyatanya, pada akhirnya "doi" hanya menganggap diri kita sama dengan teman-teman biasa lainnya.
Siapa sih yang mau terjebak dalam lingkaran friendzone. Nah, agar tak melulu terjebak dalam ikatan friendzone, maka sebaiknya berhentilah melakukan beberapa hal di bawah ini.
BACA JUGA:
Selalu siap sedia
Siap sedia di sini maksudnya selalu available, kapan pun dan di mana pun ketika dia membutuhkan kehadiran kita. Kita yang selalu ada dan siap kapan pun ini bisa disalahartikan sebagai salah satu bentuk keputusasaan, yang mana bisa dimanfaatkan tidak pada tempatnya.
Tidak membuat batasan yang jelas
Ada garis tipis antara persahabatan dan hubungan antar pasangan. Pastikan kita tahu dengan jelas di mana posisi kita, juga sama pentingnya untuk menjelaskannya kepada sang lawan jenis. Terlepas hanya tertarik pada persahabatan atau hal lainnya.
Terlalu main hati (emosional)
Ketika jatuh cinta pada seseorang, sangat wajar untuk merasa terikat secara emosional dengan orang tersebut. Dalam keadaan seperti itu, kita menjadi mangsa mudah untuk termanipulasi secara emosional.
Tidak belajar berkata "tidak"
Jangan pernah memandang remeh kekuatan dari kata "tidak". Ketika jatuh cinta, biasanya orang akan melakukan apa saja untuk membuat lawan jenis yang Anda taksir untuk merasa senang. Belajarlah untuk mengatakan 'tidak' pada permintaan atau permintaan yang tidak masuk akal sebelum orang lain mulai memanfaatkan diri kita.
Menghindari isolasi
Sering kali, orang-orang yang sedang dalam situasi friendzone sering terisolasi dari lingkungan atau orang lain. Sebab, lebih cenderung menginvestasikan emosi, cinta dan persahabatan hanya pada satu orang dan tak segan untuk mau menghabiskan seluruh energi dan waktu hanya untuk membuat lawan jenis yang ditaksir bahagia. Hindari situasi semacam itu karena suatu hari Anda akan sadar tidak akan memiliki siapa pun.
BACA JUGA:
Terus menerus tak memikirkan diri sendiri
Apakah Anda selalu memenuhi kebutuhannya sebelum kepentingan diri sendiri? Bahkan setelah mengetahui bahwa Anda hanyalah dianggap seorang teman, namun tetap akan melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhan emosional dan fisik orang lain. Ingat, walau sedang jatuh cinta tetaplah untuk selalu bijak dan sedikit egois untuk diri sendiri. Selalu mendahulukan kepentingan si dia dan kerap berperilaku tanpa pamrih seperti itu hanya akan membuat orang lain memperlakukan diri Anda adalah sesuatu yang tidak berarti. Demikian seperti dilansir Timesofindia, Senin (6/8/2018).
(Dinno Baskoro)