Menurut Yip, penelitian telah menunjukkan bahwa polifenol merupakan bahan kimia alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Polifenol ini dapat menurunkan risiko mengembangkan atherosclerosis, diabetes tipe 2 dan penyakit jantung karena efek anti-radang di dalam bir, dibandingkan dengan minuman yang beralkohol tinggi lainnya.
Bahkan, menurut berbagai penelitian bahan utama xanthumol yang digunakan untuk membuat bir dapat mengurangi kemungkinan resistensi insulin, yang berpotensi menjadi berita baik bagi penderita diabetes.
Akan tetapi, mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat membuat Anda mabuk dan juga menimbulkan efek yang mengerikan seperti penyakit hati dan tekanan darah tinggi dan juga tinggi kalori. Karenanya, Yip menyarankan bahwa lebih baik menghindari sesuatu buruk yang berhubungan dengan alkohol.
Baca Juga: Waspadai Momo Challenge, Ajakan Bunuh Diri kepada Anak Lewat WA