SEBAGAI orangtua yang punya bayi, Anda pasti akan sangat protektif terhadap si kecil, termasuk dari serangan gigitan nyamuk. Selain karena berpotensi terkena penyakit seperti malaria dan demam berdarah, bekas gigitan nyamuk juga membuat bayi tidak nyaman.
Sebagian besar orangtua mengakali serangan nyamuk dengan cara menutup tempat tidur bayi memakai jaring serta mengoleskan lotion antinyamuk. Sayangnya, iklim tropis yang ada di Indonesia membuat nyamuk dapat berkembang biak dengan cepat sehingga agak sulit untuk menjaga si kecil.
Melansir dari Boldsky, Jumat (27/7/2018), gigitan nyamuk bisa menyebabkan infeksi lewat dua cara. Pertama, virus masuk lewat aliran darah bayi. Kedua, si kecil bisa saja menggaruk bekas gigitan nyamuk yang terasa gatal hingga mengakibatkan luka yang kemudian menjadi titik masuk infeksi.
Lalu bagaimana caranya untuk setidaknya menghindari si kecil dari gigitan nyamuk? Pertama, jangan bawa bayi Anda ke area-area di mana terdapat banyak populasi nyamuk seperti taman. Kedua, usahakan agar jangan keluar rumah setelah matahari terbenam.
(Baca Juga:Waspada, Sering Konsumsi Lidah Buaya Bisa Picu Gagal Ginjal)