TIDAK semua kisah cinta berjalan manis. Sebagian orang bisa saja mengalami kisah cinta yang tragis, bahkan sebelum kisah itu sendiri dimulai.
Jika kamu sedang merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan, jangan sedih karena kamu tidak sendiri. Dan penting diingat bahwa dari penolakan bisa membuatmu lebih kuat dan dewasa.
Jangan keburu emosi atau merasa frustrasi. Tenangkan pikiran dan simak baik-baik ulasan di bawah ini dilansir dari Sweetyhigh, Selasa (24/7/2018):
Baca Juga: 6 Orang Ini Punya Bagian Tubuh Tambahan, dari 2 Muka hingga 16 Jari Kaki
Jangan memaksa
Jika dia telah menolak ungkapan cinta dari kamu, biarkan saja. Jangan pernah membangun harapan palsu untuk diri sendiri bahwa kamu masih bisa menaklukkan hatinya. Terima saja kenyataan ini dan berdamailah dengan kenyataan. Kamu berhak punya pasangan yang mencintai kamu apa adanya.
Posisikan jadi dirinya
Penolakan dari si dia mungkin membuat kamu kesal. Tapi kamu tetap harus menghormati keputusannya. Pertimbangkan apa yang akan kamu lakukan jika kamu adalah dia. Mungkin dia sedang tidak ingin menjalin hubungan asmara, atau dia hanya ingin berteman saja.
Tetap berteman
Saat dia menolak cinta kamu, bukan berarti dia membencimu. Kamu masih bisa menjadi temannya dan jagalah hubungan persahabatan itu. Kamu tidak perlu menjadi teman dekatnya, tapi cukup menjadi teman yang bisa memahaminya. Hal ini bisa bikin dia lebih nyaman.
Baca Juga: 4 Cara Mendapatkan Lebih Banyak Kesenangan dari Payudara Saat Bercinta
Fokus pada hal lain
Fokuslah pada hal lain yang bisa membuat hari-harimu menyenangkan. Pikirkan ini, mengapa kamu harus bersedih atas penolakan ini jika kamu masih memiliki teman-teman yang selalu memberi dukungan positif di hidupmu? Kamu bisa fokus pada hubungan dengan sahabat, keluarga, atau bahkan kepada hewan peliharaan yang bisa menghilangkan kesedihan.
Kembangkan diri
Jika dia tidak mau menjadi kekasihmu, jangan biarkan hal ini membuatmu terpuruk. Coba fokus pada kualitas-kualitas yang kamu miliki dan aktivitas yang membuat dirimu merasa lebih berenergi. Misalnya melakukan hobi yang selama ini kamu tinggalkan hanya untuk mengejar dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)